Oleh : Muhammad Fauzi Ridwan
Sungguh betapa bahagia orangtua kelak di akhirat bisa memanen pahala dari memondokkan anaknya. Karena di pondok, si anak selalu dekat dengan ilmu dan kyai. Jadwal aktivitas keseharian padat akan ibadah dan belajar. Banyak teman dengan ragam perbedaan yang bisa mendewasakan. Kehidupan yang bisa menjadikan santri mandiri. Belajar secara langsung keteladanan dari kyai serta selalu mendapatkan doa darinya.
Mondok merupakan cara terbaik untuk mendalami ilmu agama Islam. Sumber pembelajaran jelas dan tersambung sanad keilmuannya sampai Rasulullah SAW. Mengaji beragam kitab kuning yang ditulis ulama-ulama hebat pada zamannya. Sekaligus mengamalkan riyadoh-riyadoh yang bisa memperkuat jiwanya.
Riyadoh itu sederhana memang. Saat santri dengan aktivitas padatnya, ia dilatih untuk riyadoh mengurangi atau sedikit tidur. Saat santri menunggu kiriman sambang, ia sedang berriyadoh untuk lebih banyak menikmati kehidupan sederhana apa adanya. Saat santri di pondok, ia sedang berriyadoh zuhud, jauh dari pengaruh dunia yang dikemas pada segenggam smartphone. Tentu yang lebih istimewa adalah keaktifan santri saat rajin salat berjamaah, tekun mendaras Al-Qur'an, dan ibadah lainnya seperti juga puasa sunnah. Semua pembiasaan baik serta latihan yang terus menerus tersebut bertujuan agar terbentuk karakter pribadi santri yang kuat dan fleksibel menghadapi berbagai keadaan
Miniatur kehidupan di masyarakat itu adalah pondok pesantren. Di pondok ada beragam karakter santri. Ujian pertama santri adalah bagaimana ia menjalin hubungan pertemanan dengan santri lainnya. Ketika ia punya banyak teman, santri akan mudah kerasan di pondok. Sedang bila sedikit teman atau tak punya teman, sesungguhnya problemnya ada pada diri santri tersebut. Apakah ada sikapnya yang tidak disukai temannya. Seperti misal pelit dan ketika sambang tak pernah membawakan jajan temannya. Seringkali memang demikian. Bila santri mampu melewati ujian tersebut, kemampuan interaksi sosial santri akan semakin dewasa. Bahkan akan memiliki ikatan pertemanan yang erat selamanya. Suatu waktu akan terkenang; iki lho kancaku mangan bareng sak leser.
Pondok adalah penjaga Islam di Indonesia. Setelah sekian lama bangsa ini dijajah, berkat para santri di pondok, Islam dapat terus lestari. Bahkan para santri saat itu turut berjuang meraih kemerdekaan republik Indonesia. Sungguh menjadi santri sama dengan 'ngopeni', merawat Islam. Maka sungguh beruntung mereka yang punya kesempatan mondok. Hidupnya akan berlimpah kesempatan meraih ganjaran sebanyak-banyaknya. Tentu mereka yang memondokkan dan mengajak orang lain untuk mondok termasuk amal ma'ruf nahi mungkar. Hanya berharap ridho Allah Swt, semoga kita senantiasa mendapatkan hidayah dan tergolong orang-orang yang selamat. WaAllohu a'lam.