Oleh: Labibah Shofiyatuzzain (XII-MIA3)
Santri asal Kalidawir
Kala rentetan peluru menghujam pertiwiku
Dentuman bola api bertalu-talu
Cairan merah bak ombak laut biru
Ribuan jasad tergolek sendu
Kala ubi senikmat nasi
Tetesan peluh jatuh membanjiri
Seiring gema takbir menyelimuti pertiwi
Bambu runcing layaknya senjata sakti
Gelora cinta yang teramat abadi
Atas keutuhan NKRI
Kala cahaya sinari bumi
Kebebasan telah divonis sang Ilahi
Pernyataan singkat di suatu pagi
Ucapkan syukur tiada henti
Tangis sendu bermuara tawa ria
Kini Ibu Pertiwi kudekap utuh sepanjang masa