Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Disusun oleh :
YAYUK NURHIDAYAH, S.Si
NIM : 2301034025
PROGRAM STUDY MATEMATIKA
PPG DALAM JABATAN KATAGORI 1 ANGKATAN 3
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
TAHUN 2024
- Pendahuluan
Praktik ini sangat penting untuk dibagikan agar pembelajaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas menjadi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik, serta menjadi upaya dalam memberikan pembelajaran yang bermakna kepada peserta didik. Selain itu, hal ini menjadi penting karena untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan model pembelajaran inovatif pada pembelajarannya di kelas.
Guru melibatkan beberapa peran dalam melaksanakan pembelajaran, yaitu peserta didik sebagai objek dalam praktek pembelajaran, guru sebagai fasilitator, dosen dan guru pamong sebagai pembimbing PPG, Kepala SMA Islam Sunan Gunung Jati dan rekan sejawat yang membantu terlaksananya kegiatan PPL.
- Pembahasan
Dalam pelaksanaannya peserta didik sangat antusias dan bersemangat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran melalui slide power point kemudian peserta didik menyimak materi dari tayangan youtube.Peserta didik bersama guru memecahkan masalah yang ada di slide power point dengan menggunakan alat peraga kartu huruf dan kartu angka, kemudian peserta didik membentuk kelompok kecil dan berdiskusi untuk memecahkan masalah yang ada di LKPD. Siswa terlibat aktif berdiskusi agar pemecahan masalahnya terselesaikan dan dipresentasikan. Untuk menguji pemahaman peserta didik, guru membagikan soal formatif yang dikerjakan secara individu.
Penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning(PBL) mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik, membuat peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional yang selama ini sering digunakan. Hal ini terlihat dari hasil analisis PPL yang saya laksanakan menunjukan bahwa nilai rata-rata peserta didik adalah 89,6. Peserta didik yang mendapat nilai diatas KKTP mencapai 92% yaitu 23 peserta didik dan yang mendapat nilai di bawah KKTP sebanyak 2 peserta didik dengan presentase 8%. Nilai tertinggi adalah 100 dan nilai terendahnya 70.
Peserta didik menjadi aktif dalam proses pembelajaran, berdiskusi dengan temannya dan bertanya pada teman maupun guru. Hal ini terlihat dari penilaian ketrampilan yang mencapai nilai minimal 89 dengan katagori sangat baik dan nilai maksimal 100 dengan katagori sangat baik. Penilaian sikap spiritual dalam kelas tersebut sangat baik dan penilain sikap sosial dengan nilai minimal 92 kategori sangat baik dan nilai maksimal 100 kategori sangat baik. Jadi secara keseluruhan penilaian ketrampilan dan sikap berhasil dalam pembelajaran dengan model Problem Based Learning(PBL)
Dari pengisian lembar refleksi untuk peserta didik, lebih dari 90% peserta didik merasa senang dan tertarik dengan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning
- Kesimpulan